Tugas Berat Sang Kapten Sepakbola

Tugas Berat Sang Kapten Sepakbola
Bryan Robson kapten terlama dalam sejarah MU. Foto: © manutd.com

Menjadi seorang kapten sepakbola bukanlah pekerjaan dan jabatan yang mudah. Dialah wakil pelatih di lapangan. Untuk itu akan dipilih orang yang mengerti strategi, mampu menterjemahkan keinginan pelatih dalam permainan. Berkemampuan di atas rata-rata, dan tentu saja berpengalaman (memiliki jam terbang tinggi).

Sang Kapten selain harus mampu memimpin juga mau membela rekan-rekannya di lapangan ketika berhadapan dengan wasit ataupun mendapat provokasi dari lawan. Dan terakhir, dia harus menjadi teladan yang baik kepada rekan setimnya, terutama bagi mereka yang masih yunior. Sang Kapten tidak harus yang paling ganteng ataupun yang paling bagus fisiknya.

Hal ini tentu hampir sama dengan memilih pemimpin di manapun. Dalam dunia politik, bisnis ataupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Bahkan untuk menjadi seorang Imam di setiap peribadatan dalam agama apapun. Carilah pemimpin yang mau bekerja keras, pengalaman dan menjadi teladan.

Baca Juga: Daftar Aplikasi Live Streaming Bola, Perlu Anda Dicoba!

Apa harus dari seorang yang memiliki keturunan orang hebat? Atau yang paling punya uang banyak sehingga punyA pengaruh? Atau anak pejabat penting lantas dispesialkan menjadi pemimpin? Mestinya tidak. Dari kesemua persyaratan di atas, kuncinya hanya satu, orang tersebut memiliki karakter yang baik dan pas menjadi pemimpin.

Namun begitu, terkait dengan karakter itu pada akhirnya tidak semua pemimpin memiliki karakter yang sama. Tidak ada karakter pemimpin yang sama di semua masa. Karena karakter adalah sesuatu yang melekat dalam pribadi seseorang yang sudah terbentuk sejak usia dini. Belum lagi dengan watak yang sudah bawaan lahir.

Demikian dalam dunia sepak bola, ada kapten yang watak ataupun pembawaannya yang keras tanpa kompromi. Dia bisa meneriaki bahkan sampai memaki rekan tim nya yang melakukan kesalahan. Ada yang bijak dengan cara membisikan sesuatu kepada rekannya. Atau ada pula yang cuek hanya sekadar di lengannya terlilit ban kapten.

Namun hour bisa dipastikan mereka sang kapten pastilah pemain yang sudah berumur. Mengapa? Agar ada rasa segan bahkan hormat dari pemain lain karena kapten biasanya memiliki caps (pertandingan) yang lebih banyak dibanding lainnya. Mereka rata-rata berusia 30 tahun ke atas. Tidak usah kaget. Usia pemain sepak bola itu memang tidak lama.

Baca Juga: Daftar Broker Forex Terbaik, No 4 Perlu Anda Coba!

Umur 40 th dalam swpakbola dianggap sebagai batas maksimal pemain bisa produktif. Bahkan kini banyak pemain beralih profesi sebagai pelatih di usia belum mencapai 40 th. Namun sebagai pelatih tidak ada batasan usia. Sepanjang secara fisik masih bugar, pelatih tetap bisa menjadi coach yang baik (lebih memanage pemusatan latihan, pembinaan dan penyusunan strategi pertandingan).

Dalam Piala Dunia 2022 ini terdapat kapten dengan nama-nama beken seperti: Edin Hazard (Belgia), Luis Syarez (Uruguay), Son Heung-min (Korsel), Harry Kane (Inggris), Robert Lewandoski (Polandia), Cristiano Ronaldo (Portugal), Lionel Messi (Argentina), Neymar Jr (Brazil) dll. Pertaruhan mereka memang tidak seberat pelatih. Tim sering kalah, yang berpotensi dipecat atau dimaki adalah pelatih.

Kapten lebih berfungsi mengatur ritme pertandingan, menjaga kekompakan tim serta selalu berupaya menjaga dan melindungi rekan-rekannya di lapangan. Dengan itu, seorang kapten memang tidak mungkin dipilih seorang yang pendiam, meski ada juga, misalkan Messi. Messi dan sedikit kapten lain dikenal bukan seorang yang agresif dan vocal. Hal ini kerap dikritik para pengamat.

“Seorang kapten yang hanya diam, akan menjatuhkan semangat bertanding rekan tim lainnya,” demikian dikatakan seorang komentator. Bandingkan saja dengan kapten lain yang biasanya memiliki temperamen keras meledak-ledak seperti Roy Keane (MU/Irlandia), atau Patrick Viera (Arsenal/Prancis). Namun dari semua, hanya satu yang disebut sebagai Captain Marvel.

Baca Juga: Suporter Jepang Punguti Sampah Usai Pertandingan, Suporter Indonesia?

Dialah Bryan “Robbi” Robson (MU/Inggris). Dia tercatat sebagai kapten terlama dalam sejarah MU. Sebagai seorang kapten Robson dianggap paling ideal, selain punya pengalaman, skill, semangat, teladan, memiliki visi permainan, juga bijak terutama saat menengahi pertikaian antara rekannya dengan lawan. Dia tidak segan menghardik rekan nya jika dianggap salah.

Tugas Berat Sang Kapten Sepakbola
Bryan Robson Kapten Terlama di Manchester United. Foto © Ist

Sekarang yang patut dipertanyakan, mungkinkah pemimpin politik maupun di masyarakat bisa seperti kapten sepakbola? Bukan dia yang paling punya banyak uang ataupun kedudukan jabatan, melainkan karena memang mumpuni dalam skill dan bisa menjadi teladan bagi yang lain (baik di dalam maupun di luar lapangan). Atau tokoh politik memang harus banyak belajar dari sang kapten sepakbola.